Apa sih bedanya umroh dan haji? Kedua ibadah ini merupakan ibadah yang agung dan paling utama, namun tidak banyak orang yang tau apa perbedaan dari kedua ibadah ini bahkan bagi orang yang pernah mengerjakannya. Pada dasarnya umroh dan haji memiliki beberapa perbedaan dari sisi hukum syariat, rukun, dan waktu pelaksanaan.

Secara Bahasa, umroh artinya “berkunjung”. Disebut umroh karena dilaksanakan sepanjang umur. Menurut syar’i, umroh ialah menyengaja datang ke Ka’bah untuk melaksanakan ibadah, yaitu thawaf dan sa’i.

Haji secara bahasa artinya “menuju”, berasal dari kata “hajjahu hajjan” yang artinya “menuju padanya”. Menurut istilah syar’i, haji berarti pergi menuju Baitullah al-Haram dan masya’ir untuk menunaikan ibadah tertentu, pada masa tertentu, dengan kaifiyat tertentu.

Hukum Umroh dan Haji

Terdapat dua pendapat dalam hukum ibadah umroh. Pertama, umroh hukumnya sunnah, tidak wajib. Ini adalah madzhab Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’i dalam pendapat lamanya, dan riwayat lainnya dari ahmad. Ini juga pendapat yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Ibnu Taimiyah.

Kedua umroh diwajibkan sekali dalam seumur hidup. Ini adalah madzhab asy-Syafi’i dalam salah satu pendapatnya dan salah satu riwayat dari Ahmad. Pendapat ini diriwayatkan dari Umar, Ibnu Abbas, Zaid dan Tsabit, Ibnu Umar, dan sekelompok ulama salaf lainnya. Ini juga pendapat madzhab Zhahiriyah.

Sedangkan haji termasuk ke dalam salah satu rukun Islam dan hukumnya fardhu ‘ain atas setiap muslim yang telah dewasa dan tidak mengalami gangguan jiwa. Adapun menurut kesepakatan ulama, haji diwajibkan bagi orang yang mampu sekali seumur hidup.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban hati), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (QS. Ali Imran ayat 97)

Perbedaan Rukun Umroh dan Haji

Dalam umroh terdapat tiga rukun yang harus dikerjakan yaitu ihram, thawaf, dan sa’i. Sedangkan untuk haji terdapat empat rukun yang harus dikerjakan yaitu ihram, wuquf di Arafah, thawaf ifadhah, dan Sa’i. Jadi perbedaannya keduanya hanya terdapat pada wuquf, pada ibadah haji terdapat wuquf sedangkan pada umroh tidak ada.

Perbedaan Waktu Pelaksanaan Umroh dan Haji

Menurut pendapat sebagian besar ulama, umroh boleh dilaksanakan di sepanjang tahun. Akan tetapi terdapat waktu yang paling baik untuk melaksanakan ibadah tersebut, yaitu umroh pada bulan Ramadhan.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Umroh pada bulan Ramadhan setara dengan haji bersamaku.” (HR. Bukhari no. 1782)

Sedangkan haji hanya boleh dilakukan di bulan-bulan haji, yaitu pada bulan Syawal, Dzulqa’dah, dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Kemudian terjadi perbedaan pendapat tentang hari Nahr (hari kurban) dan sisa hari bulan Dzulhijjah. Pendapat ulama tentang bulan-bulan haji ada tiga:

Pertama. Syawal, Dzulqa’dah, dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini adalah madzhab Hanafiyah dan Hanabaliyah. Ini juga pendapat yang diriwayatkan dari Abdullah bin Ma’sud, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu az-Zubair, dan sejumlah salaf

Kedua. Syawal, Dzulqa’dah, dan Sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah. Mereka tidak memasukkan hari kurban dalam bulan-bulan haji. Ini adalah madzhab asy-Syafi’iyah.

Hujjah mereka adalah firman Allah:

“Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji…” (QS. Al-Baqarah ayat 197)

Ketiga. Syawal, Dzulqa’dah, dan seluruh bulan Dzulhijjah. Ini adalah madzhab Malik dan Ibnu Hazm. Ini juga pendapat yang diriwayatkan dari Umar, Ibnu Umar, dan Ibnu Abbas.

Hujjah mereka ialah bentuk jamak yang paling terkecil adalah tiga, dan bahwa melempar jumrah termasuk amalan haji yang diamalkan pada hari ketiga belas. Demikian pula thawaf ifadhah boleh dikerjakan pada seluruh bulan Dzulhijjah tanpa ada perselisihan dalam hal ini